Tampilkan postingan dengan label Nadal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nadal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 November 2013

Nadal tundukkan Federer untuk capai final

Petenis Spanyol Rafael Nadal merayakan kemenangannya atas petenis Swiss Stanislas Wawrinka di ATP World Tour Finals di O2 Arena, London, Kamis (6/11). Nadal menang 7-6, 7-6. (REUTERS/Suzanne Plunkett )

London (ANTARA News) - Dominasi Rafael Nadal yang bertumbuh atas rival beratnya Roger Federer berlanjut dengan kemenangan 7-5, 6-3 di semifinal ATP World Tour Finals pada Minggu.

Pertandingan ini bukanlah salah satu pertandingan paling dikenang dari 32 rangkaian pertandingan antara mereka, ketika Federer takluk di set kedua untuk membuat Nadal mendapatkan kemenangan pertamanya atas petenis Swiss itu di lapangan tenis dalam ruangan.

Nadal takluk 3-6, 0-6 dari Federer di O2 Arena dua tahun silam, namun pada Minggu permainan bertenaganya terbukti terlalu kuat bagi petenis Swiss itu, yang harus bermain selama lebih dari dua jam untuk mengalahkan Juan Martin del Potro pada Sabtu.

Federer memiliki peluang-peluangnya, terutama ketika ia menggenggam beberapa break point pada set pembuka, namun setelah menyamakan kedudukan menjadi 5-5 berkat keberhasilan mematahkan serve Nadal untuk pertama kalinya ia tidak pernah terlihat ingin menaklukkan sang petenis peringkat satu dunia.

"Pada set pertama, ia bermain sangat baik. Ia lebih dekat daripada saya untuk mendapatkan break. Sampai 4-4, ia bermain lebih baik daripada saya," kata Nadal, yang hanya terpaut satu kemenangan lagi untuk melengkapi satu-satunya kolom kosong pada daftar riwayat hidupnya, kepada para pewarta.

Tahun ini berpeluang memiliki grand final dengan dua petenis dominan di dunia yang bertemu pada Senin, meski juara bertahan dan petenis peringkat dua dunia Novak Djokovic masih harus melewati Stanislas Wawrinka di semifinal kedua pada Minggu malam.

Satu-satunya peluang Federer untuk membubuhkan otoritasnya pada Nadal terjadi pada game keenam.

Pada break point ia menghadapi bola pendek pada sisi forehandnya, namun pukulan yang telah memberinya banyak gelar kali ini tidak akurat dan ia melihat bola melambung melewati baseline.

"Saya bergerak untuk itu ketika saya mendapat peluang untuk break point pada set pertama. Mungkin saya seharusnya tidak melakukannya, namun saya melakukannya. Tidak ada penyesalan untuk itu, saya rasa," kata Federer kepada para pewarta.

"Saya hanya kesulitan untuk tetap konsisten sepanjang pertandingan, dan itu sebabnya ia layak menang. Ia lebih baik pada hari ini."

Federer menawarkan harapan kepada para penggemarnya ketika Nadal melepaskan serve untuk set pertama, memenangi sejumlah pertukaran pukulan di baseline pada skor 15-30 dengn pukulan forehand akurat.

Federer kemudian bangkit dan meapatkan genggamannya ketika pukulan forehand Nadal membuat Federer dapat berbalik melakukan break.

Bagaimanapun, saat Nadal kelihatan akan kesulitan, Federer melakukan kesalahan ganda saat melakukan serve di game berikutnya dan Nadal kemudian melepaskan pukulan forehand saat ia melakukan break yang menentukan.

Nadal tidak melakukan kesalahan saat skor 6-5, memenangi empat straight points untuk meletakkan satu kakinya di final.

Ketika pukulan forehand Nadal mengenai net pada break point di kedudukan 2-2, keyakinan mulai pudar bagi petenis 32 tahun itu dan pertandingan segera usai saat Nadal memperpanjang rekor kemenangannya atas juara Grand Slam 17 kali itu menjadi 22-10.

"Ini merupakan cara sempurna untuk mengakhiri salah satu musim terbaik di karir saya, untuk memiliki kesempatan memenangi gelar yang tidak pernah saya menangi," kata Nadal, yang telah memenangi segalanya di dunia tenis selain turnamen penutup musim, di lapangan, demikian Reuters.
(H-RF)


View the original article here

Rabu, 06 November 2013

Nadal taklukkan Wawrinka untuk amankan peringkat satu

London (ANTARA News) - Rafael Nadal menggaransi dirinya akan menyelesaikan 2013 di posisi teratas pada daftar peringkat dunia, berkat kemenangan 7-6 (7/5), 7-6 (8/6) atas Stanislas Wawrinka pada turnamen Final Tur Dunia ATP pada Rabu.

Nadal tiba di ajang penutup musim yang bergengsi itu dengan pemahaman bahwa dua kemenangan di Grup A di 02 Arena London akan cukup untuk memastikan dirinya tidak dapat terkejar oleh petenis peringkat kedua dunia Novak Djokovic, pada persaingan memperebutkan peringkat pertama, lapor AFP.

Petenis Spanyol ini mencapai tujuan tersebut dengan penampilan dominan, menaklukkan unggulan ketujuh asal Swiss Wawrinka 24 jam setelah membuka turnamen ini dengan kemenangan dua set langsung atas David Ferrer.

Inilah ketiga kalinya Nadal mengakhiri tahun kalender di posisi teratas - dan pertama kalinya sejak 2010 - dan ia sangat bergembira saat merayakan keberhasilan ini di tengah lapangan.

Kemenangan dua set langsung petenis 27 tahun ini atas Wawrinka juga memastikan tempatnya di semifinal, dengan satu pertandingan grup melawan Tomas Berdych masih belum dimainkan.

Nadal telah menegaskan bahwa belakangan ini ia tidak mencemaskan peringkat, namun kembalinya ia ke posisi puncak merupakan pencapaian yang layak dikenang di mana ia baru kembali bertanding pada Februari setelah tujuh bulan absen akibat cedera lutut.

Sejak kembali dari cedera, Nadal telah memenangi gelar di Prancis Terbuka dan AS Terbuka, serta delapan turnamen lainnya, dan penampilan bagus di Tour Finals akan menjadi akhir yang sesuai bagi tahun yang indah.

Wawrinka menikmati musim terbaik sepanjang hidupnya, lolos ke Final Tur untuk pertama kalinya dan memenangi pertandingan ke-50 tahun ini yang merupakan pencapaian terbaik sepanjang karirnya melalui kemenangan tiga set atas petenis peringkat kelima dunia Tomas Berdych pada Senin.

Namun Nadal telah memenangi 11 dari seluruh pertemuan sebelumnya dengan petenis 28 tahun itu, yang tidak pernah memenangi satu set pun dari sang petenis Spanyol.

Wawrinka bermain baik untuk periode yang lama di sini, melepaskan dua pukulan kemenangan sama seperti yang diraih Nadal, namun ia tidak dapat melepaskan pukulan mematikan dan 45 kesalahan menjadi bukti kekurangannya.

Kesalahan yang dilakukan petenis Swiss itu di game kelima set pertama, membuat Nadal mendapatkan break pertama di pertandingan ini.

Petenis Spanyol itu mulai memperlihatkan sedikit tanda-tanda kelelahan ketika set ini berlanjut, dan Wawrinka melakukan break saat Nadal melepaskan servis untuk set ini.

Walau demikian, Nadal menolak untuk menyerah bahkan ketika ia tertinggal 4-5 pada tiebreak.

Ia memenangi set ini dengan penampilan menawan saat Wawrinka terjebak saat berusaha melakukan voli rutin, membuat Nadal dapat menghancurkan pertahanannya.

Wawrinka tahu dirinya melewatkan peluang emas dan ia membanting raketnya dengan rasa frustrasi, sebelum berjalan ke luar lapangan.

Kemarahan petenis peringkat delapan dunia ini kembali terlihat ketika ia mengeluhkan kepada wasit mengenai Toni Nadal - pelatih sekaligus paman lawannya - yang dianggapnya berbicara terlalu banyak dari kursinya.

Pertandingan ini kelihatannya sudah usai bagi Wawrinka saat Nadal melakukan break untuk unggul 3-1 di set ini, namun petenis Swiss itu bangkit dengan melepaskan breaknya sendiri pada game ketujuh.

"Tiebreak" lainnya diperlukan untuk menuntaskan pertandingan dan Nadal kembali melaju kencang, unggul 3-0 sebelum menahan serbuan Wawrinka untuk mengunci kemenangan.

Penerjemah: A Rauf Andar Adipati


View the original article here