Tampilkan postingan dengan label Meksiko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meksiko. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2013

Pelatih Selandia Baru: tekanan pada Meksiko

ILUSTRASI (REUTERS/Sergio Moraes)

Saya merasakan ada semacam getaraan rasa grogi pada para pemain (Meksiko). Mereka seolah merasakan ada ketidakpastian dalam permainan mereka,"
Wellington (ANTARA News) - Pelatih Selandia Baru Ricki Herbert mempertanyakan sikap Meksiko pada pertandingan besar Rabu, dengan menyebutkan tim "El Tri" itu menghadapi tekanan keras dalam laga "playoff" Piala Dunia mendatang.

Tim Meksiko itu mengalami penderitaan bertubi-tubi dalam babak penyisihan sehingga berada di urutan keempat zona CONCACAF, sehingga harus melewati dua laga "playoff" lawan tim yang dijuluki "All Whites" itu.

Herbert, yang memimpin Selandia Baru pada laga tidak terkalahkan di penyisihan grup pada Piala Dunia lalu di Afrika Selatan, mengatakan, ia tidak meremehkan Meksiko, yang berada di urutan peringkat 25 dunia, 55 tangga di atas mereka.

"Mereka tim luar biasa dan pada saat main di puncak penampilan mereka dapat mengalahkan siapa saja di kandang mereka. Ini benar-benar suatu tantangan berat bagi kami," katanya dalam wawancara dengan radio komersial.

Tapi, katanya, Meksiko, yang belum pernah absen dari Piala Dunia sejak 1990, menunjukkan sikap tidak seperti biasa pada kampanye penyisihan zona CONCACAF.

Dalam pertandingan penyisihan yang membuat pendukung mereka marah, Meksiko hanya menang dua kali dari 10 pertandingan, mencetak gol hanya tujuh kali dan memecat tiga pelatih sebelum memilih Miguel Herrera pada laga "playoff" lawan Selandia Baru.

Herbert mengatakan, ia menghadiri laga ketika Meksiko menang 2-1 atas Panama di Stadion Azteca di Mexico City bulan lalu dan menyaksikan tim tuan rumah berjuang keras sebelum lahir gol kemenangan pada menit akhir lewat kaki Raul Alonso Jimenez.

"Saya merasakan ada semacam getaraan rasa grogi pada para pemain (Meksiko). Mereka seolah merasakan ada ketidakpastian dalam permainan mereka," katanya, dengan menyebutkan tim itu juga kalah 1-2 atas Kosta Rika beberapa hari kemudian.

Herbert mengatakan Meksiko kelihatan lebih memiliki rasa percaya diri tinggi ketika mengalahkan Finlandia 4-2 pada laga persahabatan minggu lalu, tetapi para pemain tentu tahu bahwa mereka bermain bukan untuk menentukan apakah maju ke Piala Dunia.

Ia mengatakan, permainan mereka pasti akan berbeda pada laga leg pertama "playoff" yang akan berlangsung di Azteca pada 13 November, ketika penonton tuan rumah di stadion berkapasitas 105 ribu itu mendukung agar tim mereka sukses. Laga leg kedua berlangsung seminggu kemudian.

"Laga itu (persahabtan lawan Finlandia) merupakan kesempatan besar bagi para pemain untuk menunjukkan kehebatan mereka," katanya.

"Tapi apakah mereka dapat menerapkannya dalam pertandingan nanti, ketika tekanan 100 persen akan menjadi beban besar di pundak mereka. Saya meragukan mereka," katanya.

Herbert, yang timnya dikenal dengan pertahanan keras, mengatakan tim "All Whites" itu akan melakukan semacam pendekatan tertentu melawan Meksiko, seperti yang mereka lakukan terhadap Bahrain ketika mereka lolos ke Piala Dunia 2010.

Selandia Baru main imbang 0-0 pada laga tandang sebelum menang di kandang sendiri 1-0.

"Ketika itu amat banyak tergantung pada hasil leg pertama, ketika kami berhadapan dengan Bahrain," kata Herbert, "Kami bermain bagus di kandang sendiri dan kami berharap dapat melakukan itu pada laga mendatang."

Ia berharap para pemainnya tidak terpengaruh dengan atmosfer banyaknya pendukung tim lawan yang akan menaikkan semangat lawan mereka.

"Saya kira mereka akan bermain dengan rasa awas tinggi. Ada antisipasi khusus dan kejutan dalam grup kami menjelang bermain melawan Meksiko," katanya.
(Uu.A008/A016)


View the original article here

Jeffrey lanjutkan misi ke Meksiko

(Dari kiri ke kanan) Jeffrey Polnaja berfoto bersama Paul Smith (Managing Directore AdvMotor Magazine), Jack Burden (adventuretrio.com), Iain Harper (Jupiter Foundation), dan Sam Manicom. (RFP)

Jakarta (ANTARA News) - Penjelajah dunia bersepeda motor, Jeffrey Polnaja, melanjutkan misi Ride for Peace (RFP) menuju Meksiko setelah sukses mengikuti dan sebagai pembicara dalam "Horizons Unlimited Travellers Meeting" di Cambria, California, AS.

Penjelajah dunia dengan sepeda motor seorang diri asal Bandung, Jawa Barat, itu mulai bertolak meninggalkan AS melalui Arizona pada 1 November 2013.

Dalam kesempatan presentasi di acara pamungkas HU Travellers Meeting, 26 Oktober lalu, Jeffrey membuat para penjelajah dunia lainnya yang hadir kagum terhadapnya.

Tak kurang dari 200 penjelajah dunia dari AS, Kanada, Inggris, Australia, dan Swis memberikan tepuk tangan dan ungkapan bangga kepada pria yang akrab disapa Kang JJ tersebut.

Bahkan, pengendara sepeda motor BMW R 1150 GS bernomor polisi "B 5010 JP" ini diganjar predikat kehormatan sebagai "Jupiter’s Traveller" dari Jupiter Foundation.

"Akhirnya saya bisa bertemu Jeffrey di acara puncak HU tahun ini yang monumental. Jeffrey memiliki semangat indah yang dipancarkan melalui pesan perdamaian ke seluruh penjuru dunia," kata penjelajah wanita asal AS Nicole Stavro Espinosa seperti dikutip dalam siaran pers RFP, Senin.

"Saya melihat Jeffrey bisa menyetuh setiap orang dalam presentasinya, saya merasakannya sendiri. Saya tidak ragu bahwa dia mampu mengangkat harkat seluruh umat manusia dalam pelukan cintanya," lanjut pendiri dan presiden Rugged Rider tersebut.

Pernyataan kekaguman juga disampaikan para penjelajah lain, termasuk Ben Slavin dan Sam Manicom. "Dia pria yang sangat luar biasa dari Indonesia yang berkeliling dunia sejak 2006 dengan Ride for Peace. Dia telah memberikan presentasi yang luar biasa di Horizons Unlimited," ucap Salvin

"Ketika dia diberitahu bahwa dia tidak bisa menyeberangi perbatasan, dia mampu menemukan cara. Ketika dia patah pergelangan tangan, dia mampu mengembalikannya. Ketika motornya dicuri, dia membeli yang baru," tambah Salvin.

Selain sambutan hangat, Jeffrey juga mendapat apresiasi mendalam dari aktor terkemuka AS, William "Bill" Paxton. Kepada Jeffrey aktor pemeran dalam film Titanic (1997), Aliens (1986), dan Terminator (1985) itu mengungkapkan rasa kagumnya yang mendalam.

"Bill menghabiskan lebih dari separuh waktunya di HU Travellers Meeting hanya untuk berbincang-bincang dengan saya. Sebuah kehormatan bagi saya karena dia datang untuk menemui saya. Sebelumnya saya tidak mengenal dia sebagai orang top," kata Jeffrey.

Di negara seluas 9,6 juta kilometer persegi itu Jeffrey mengaku telah singgah di negara-negara yang berada di bagian Pantai Barat hingga Timur, serta yang berada di ujung utara hingga selatan, termasuk "Real 4 Corner Ride" yang terdiri dari Alaska, Maine, Florida, dan California.

Dari California, Jeffrey melanjutkan perjalanan ke Meksiko melalui Arizona dengan menyempatkan diri singgah di kota-kota koboy, seperti Prescott, Sedona, dan Tombstone. Pada 5 November 2013 Jeffrey memperkirakan sudah menjajakkan kaki di Meksiko melalui kota Douglas.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013


View the original article here