Tampilkan postingan dengan label Balapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balapan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 November 2013

15 Musim MotoGP yang Ditentukan pada Balapan Penutup

VIVAnews – Gelaran MotoGP 2013 harus ditentukan pada seri terakhir di Valencia, 8-10 November 2013, di mana Jorge Lorenzo dari Yamaha dan rookie Honda Marc Marquez akan berduel memperebutkan titel juara. Namun, ini bukan pertama kalinya tercipta situasi seperti itu, karena sebelumnya sudah ada 15 musim yang dihadapkan pada momen serupa.

Berikut 15 musim (sebelum 2013) MotoGP/kelas primer Grand Prix di mana perebutan gelar titel juara dunia harus ditentukan pada balapan penutup, seperti dilansir situs resmi MotoGP:

1950 – Menjalani balapan terakhir di sirkuit Monza, Umberto Masetti --menggunakan motor Gilera empat silinder-- dalam keadaan unggul dari Geoff Duke --menggunakan motor Norton silinder tunggal. Duke memenangi balapan, namun tetap tak mampu menghalangi Masetti, yang finis kedua, menjadi juara dunia. Masetti unggul satu poin dari Duke.

1952 – Kembali, Umberto Masetti harus menjalani balapan terakhir untuk mentasbihkan diri menjadi juara, meskipun unggul poin dari Les Graham (Agusta) dan Reg Armstrong (Norton) di klasemen. Pada balapan pamungkas, di sirkuit Montjuic, Barcelona, Graham memenangi balapan. Namun, Masetti yang finis kedua tetap berhak menjadi juara dunia.

1957 – Libero Liberati (Gilera) memenangi balapan terakhir di Monza, sekaligus menjadi juara dunia mengalahkan Bob McIntyre (Gilera). Pada dua balapan sebelumnya di Belgia, Liberati finis terdepan namun kemudian didiskualfikasi karena mengganti mesin secara diam-diam. Namun, setelah musim berakhir, diskualifikasi di Belgia dinyatakan batal, sehingga sebenarnya dia telah menjadi juara sebelum melakoni balapan terakhir.

1966 – Salah satu persaingan tersengit sepanjang masa adalah antara Mike Hailwood (Honda) dan Giacomo Agostini (MV Agusta), yang tersaji pada balapan terakhir di Monza. Keduanya saling bertarung pada awal balapan, namun Hailwood kemudian gagal melanjutkan balapan dan membuat Agostini meraih gelar juara pertamanya di kelas 500cc.

1967 – Mengulangi tahun sebelumnya, Hailwood dan Agostini terlibat pertarungan perebutan gelar juara pada balapan terakhir di Kanada. Hailwood memenangi balapan tersebut dan membuat perolehan poin keduanya menjadi sama. Namun, Agostini lah yang berhak menjadi juara dunia karena tiga kali naik podium kedua, sedangkan Hailwood hanya dua kali.

1975 – Giacomo Agostini --kali ini mengendarai Yamaha-- sekali lagi terlibat pertarungan pada balapan terakhir, kali ini dengan Phil Read asal Inggris yang kini menjadi pembalap utama Agusta. Read memenangi balapan terakhir di Brno, namun Agostini mampu finis kedua, sehingga gelar juara dunia tetap aman baginya. Agostini juga menjadi pembalap pertama di kelas primer yang menjadi juara dengan motor dua tak dan empat tak.

1978 – Kenny Roberts (Yamaha) unggul delapan poin dari Barry Sheene (Suzuki) jelang balapan pamungkas di sirkuit Nurburgring. Roberts finis ketiga di depan Sheene, dan menjadi pembalap Amerika Serikat pertama yang menjuarai Grand Prix kelas primer. Roberts juga menjadi pembalap debutan kelas primer pertama yang langsung menjadi juara.

1979 – Kenny Roberts lagi-lagi harus menjalani pertarungan sengit dengan rider Suzuki pada balapan penutup di sirkuit Le Mans. Kali ini yang menjadi lawannya adalah Virginio Ferrari. Pada awal balapan, Ferrari mampu unggul, namun kemudian dia terjatuh dan membuat Roberts meraih dua gelar juara dunia secara berturut-turut.

1980 – Untuk ketiga kalinya Suzuki ditantang Kenny Roberts dalam perebutan gelar juara dunia, kali ini lewat pembalap asal Amerika Serikat, Randy Mamola, di sirkuit Nurburgring lama. Mamola unggul pada awal balapan, namun Roberts tetap difavoritkan menjadi juara, karena hanya perlu finis di urutan delapan besar. Roberts finis keempat dan meraih gelar juara dunia ketiganya secara beruntun.

1981 – Randy Mamola kembali terlibat pertarungan pada balapan terakhir, kali ini dengan Marco Lucchinelli, di sirkuit Aderstorp Swedia. Lucchinelli dalam posisi memimpin klasemen dan hanya perlu finis lima besar untuk menjadi juara, jika Mamola memenangi balapan. Dalam kondisi lintasan basah, Mamola terjatuh dan Lucchinelli finis kesembilan dan menjadi juara dunia.

1983 – Freddie Spencer (Honda) unggul lima poin dari Kenny Roberts (Yamaha) saat mereka bertarung pada balapan terakhir di sirkuit Imola, Italia. Roberts bahkan meminta "bantuan" rekannya Eddie Lawson agar finis di depan Spencer. Namun, Spencer akhirnya finis di urutan kedua dan menjadi juara. Dia juga menjadi pembalap Honda pertama yang menjuarai kelas 500cc.

1989 – Lagi, dua pembalap asal Amerika Serikat bertarung di balapan pamungkas untuk memperebutkan gelar juara, kali ini Eddie Lawson (Honda) dan Wayne Rainey (Yamaha). Pada balapan terakhir yang dihelat di sirkuit Goiania Brasil, Lawson finis kedua, setelah bertarung hebat dengan Rainey dan Kevin Schwantz, yang memenangi balapan. Lawson pun akhirnya menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.

1992 – Mick Doohan (Honda) tampil dominan pada awal musim, sebelum mengalami cedera pada seri kedelapan di Assen, di mana saat itu dia unggul 65 poin dari Wayne Rainey (Yamaha). Absen pada tiga seri, Doohan --dalam kondisi belum fit-- kemudian berjuang pada dua balapan sisa. Namun, podium tiga yang diraih Rainey pada balapan terakhir di Kyalami, Afrika Selatan membuatnya menjadi juara dunia, unggul empat poin dari Doohan.

1993 – Gelar juara jatuh ke tangan Kevin Schwantz (Suzuki) pada balapan terakhir di Jarama Spanyol. Namun, pada kenyataannya Schwantz sudah menjadi juara pada dua balapan sebelumnya di Italia, karena saat itu Wayne Rainey (Yamaha) crash, yang juga menyudahi karier membalapnya. Schwantz unggul 34 poin dari Rainey di klasemen akhir.

2006 – Valentino Rossi (Yamaha) menjalani balapan terakhir dengan keunggulan delapan poin dari Nicky Hayden (Honda). Namun, Rossi kemudian terjatuh pada lap 5. Sempat melanjutkan balapan, posisi terbaik yang bisa diraihnya adalah urutan ke-13, sementara Hayden mampu menempati podium ketiga. Hayden pun akhirnya unggul 5 poin atas Rossi di klasemen, dan menjadikannya sebagai pembalap terakhir yang menjadi juara di era 990cc.


View the original article here

Rossi Akan Jalani Balapan Terakhir dengan "Sang Ayah"

VIVAnews – Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, akan menjalani balapan pamungkas seri MotoGP 2013 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valnecia 8-10 November 2013 dengan emosional. Pasalnya, itu merupakan balapan terakhir yang akan dilakoninya bersama kepala mekanik, Jeremy Burgess, setelah menjalin kerja sama selama 14 tahun.

Burgess merupakan kepala mekanik paling sukses dalam sejarah Grand Prix motor. Bekerja sama dengan Burgess sejak 2000, yang merupakan tahun pertamanya di kelas primer Grand Prix, The Doctor telah meraih 7 gelar juara. Salah satunya pada 2004, di mana kerja sama di antara keduanya membuat Yamaha kembali meraih titel juara pembalap setelah terakhir pada 1992.

Namun, Rossi mengatakan ada perubahan yang diperlukan pada 2014, tahun terakhir sebelum kontraknya di Yamaha habis. Menurutnya, dia membutuhkan hal-hal baru yang mampu meningkatkan kecepatannya. Jelang menjalani balapan terakhir musim ini, The Doctor meraih enam podium, satu di antaranya adalah podium utama alias juara seri MotoGP.

“Tak benar bahwa saya tak senang dengan pekerjaan Jeremy. Tapi, benar kalau tahun depan dia tak akan lagi menjadi kepala mekanik. Itu merupakan keputusan yang sangat sulit bagi saya. Karena saya memiliki sejarah yang hebat bersama Jeremy,” ujar Rossi, seperti dilansir Crash.

"Dia bukan hanya kepala mekanik. Dia adalah bagian dari keluarga saya. Ayah saya di dunia balap."

“Tapi, saya telah memutuskan tahun depan butuh mengubah sesuatu untuk coba menemukan motivasi baru. Juga untuk meningkatkan level saya, kecepatan saya. Jadi, ini akan menjadi balapan terakhir saya bersama Jeremy,” lanjut pembalap asal Italia yang telah mengoleksi 147 podium selama berkompetisi di kelas primer Grand Prix itu.

Selain menghasilkan titel juara dunia bersama Rossi, Burgess juga melakukannya bersama Michael Doohan (5 titel) dan Wayne Gardner (1 titel). Selain itu, pria yang kini berusia 60 tahun itu juga pernah menjalin kerja sama dengan beberapa pembalap ternama lain seperti Randy Mamola, Ron Haslam, dan Freddie Spencer. (one)


View the original article here

Lorenzo: Marquez dalam Tekanan, Balapan Valencia Akan Seru

VIVAnews – Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo, dan andalan Honda, Marc Marquez, akan saling sikut demi titel juara MotoGP pada seri penentuan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 8-10 November 2013. Lorenzo mengatakan, meski Marquez memiliki peluang lebih besar darinya, namun justru itu akan memberi tekanan lebih bagi pembalap 20 tahun itu.

Lorenzo sempat tertinggal 43 poin dari Marquez, sebelum digelarnya balapan GP Australia di Sirkuit Phillip Island, 20 Oktober lalu. Saat itu, X Fuera diuntungkan oleh didiskualifikasinya Marquez, sehingga perbedaan poin di antara keduanya pun mengecil. Kembali menang pada balapan di GP Jepang di Motegi, 27 Oktober lalu, Lorenzo pun kini hanya tertinggal 13 poin saja dari Marquez.

“Balapan terakhir di Valencia akan menyenangkan, mungkin yang paling seru sepanjang musim. Kami tetap akan bertarung dan itulah yang paling penting. Saya sangat antusias karena pada tiga balapan yang lalu, kami berpikir kejuaraan sudah berakhir, namun ternyata masih punya kesempatan untuk titel,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Crash, Kamis 7 November 2013.

“Valencia adalah balapan kandang saya. Dan jika melihat posisi kami di klasemen, balapan nanti akan emosional. Kami hanya mengincar kemenangan. Mungkin rival utama kami (Marquez) mendapat tekanan lebih di Valencia dibandingkan kami, karena dia dekat dengan gelar juara,” lanjut pembalap asal Spanyol berusia 26 tahun itu.

Meskipun Marquez hanya perlu finis di urutan 4 untuk merengkuh titel juara, Lorenzo enggan memikirkan hal itu. Baginya, yang terpenting adalah menarik gas sedalam mungkin untuk finis terdepan. Baru setelahnya berharap akan keberuntungan yang mengantarkan dirinya mempertahankan gelar juara.

“Saya tak sabar untuk berkendara di sana dan menekan dengan kecepatan yang saya miliki. Jika bisa terus membalap pada level ini, kami bisa bertarung untuk menang dan kemudian menunggu situasinya. Anda tak pernah tahu apa yang dapat terjadi, khususnya jika cuaca tak menentu seperti tahun lalu. Kami tak akan menyerah hingga akhir!” tutupnya.

Jika mampu menjadi juara MotoGP musim ini, Lorenzo merengkuh titel untuk ketiga kalinya, setelah pernah merasakannya pada 2010 dan 2012. Sementara itu, bagi Marquez, titel juara musim ini akan membuat dirinya sejajar dengan Kenny Roberts, sebagai pembalap debutan yang langsung menjadi juara pada kelas primer Grand Prix. (one)


View the original article here

Jumat, 08 November 2013

Rossi Akan Jalani Balapan Terakhir dengan "Sang Ayah"

VIVAnews – Pembalap Yamaha, Valentino Rossi, akan menjalani balapan pamungkas seri MotoGP 2013 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valnecia 8-10 November 2013 dengan emosional. Pasalnya, itu merupakan balapan terakhir yang akan dilakoninya bersama kepala mekanik, Jeremy Burgess, setelah menjalin kerja sama selama 14 tahun.

Burgess merupakan kepala mekanik paling sukses dalam sejarah Grand Prix motor. Bekerja sama dengan Burgess sejak 2000, yang merupakan tahun pertamanya di kelas primer Grand Prix, The Doctor telah meraih 7 gelar juara. Salah satunya pada 2004, di mana kerja sama di antara keduanya membuat Yamaha kembali meraih titel juara pembalap setelah terakhir pada 1992.

Namun, Rossi mengatakan ada perubahan yang diperlukan pada 2014, tahun terakhir sebelum kontraknya di Yamaha habis. Menurutnya, dia membutuhkan hal-hal baru yang mampu meningkatkan kecepatannya. Jelang menjalani balapan terakhir musim ini, The Doctor meraih enam podium, satu di antaranya adalah podium utama alias juara seri MotoGP.

“Tak benar bahwa saya tak senang dengan pekerjaan Jeremy. Tapi, benar kalau tahun depan dia tak akan lagi menjadi kepala mekanik. Itu merupakan keputusan yang sangat sulit bagi saya. Karena saya memiliki sejarah yang hebat bersama Jeremy,” ujar Rossi, seperti dilansir Crash.

"Dia bukan hanya kepala mekanik. Dia adalah bagian dari keluarga saya. Ayah saya di dunia balap."

“Tapi, saya telah memutuskan tahun depan butuh mengubah sesuatu untuk coba menemukan motivasi baru. Juga untuk meningkatkan level saya, kecepatan saya. Jadi, ini akan menjadi balapan terakhir saya bersama Jeremy,” lanjut pembalap asal Italia yang telah mengoleksi 147 podium selama berkompetisi di kelas primer Grand Prix itu.

Selain menghasilkan titel juara dunia bersama Rossi, Burgess juga melakukannya bersama Michael Doohan (5 titel) dan Wayne Gardner (1 titel). Selain itu, pria yang kini berusia 60 tahun itu juga pernah menjalin kerja sama dengan beberapa pembalap ternama lain seperti Randy Mamola, Ron Haslam, dan Freddie Spencer. (one)


View the original article here

Lorenzo: Marquez dalam Tekanan, Balapan Valencia Akan Seru

VIVAnews – Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo, dan andalan Honda, Marc Marquez, akan saling sikut demi titel juara MotoGP pada seri penentuan di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 8-10 November 2013. Lorenzo mengatakan, meski Marquez memiliki peluang lebih besar darinya, namun justru itu akan memberi tekanan lebih bagi pembalap 20 tahun itu.

Lorenzo sempat tertinggal 43 poin dari Marquez, sebelum digelarnya balapan GP Australia di Sirkuit Phillip Island, 20 Oktober lalu. Saat itu, X Fuera diuntungkan oleh didiskualifikasinya Marquez, sehingga perbedaan poin di antara keduanya pun mengecil. Kembali menang pada balapan di GP Jepang di Motegi, 27 Oktober lalu, Lorenzo pun kini hanya tertinggal 13 poin saja dari Marquez.

“Balapan terakhir di Valencia akan menyenangkan, mungkin yang paling seru sepanjang musim. Kami tetap akan bertarung dan itulah yang paling penting. Saya sangat antusias karena pada tiga balapan yang lalu, kami berpikir kejuaraan sudah berakhir, namun ternyata masih punya kesempatan untuk titel,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Crash, Kamis 7 November 2013.

“Valencia adalah balapan kandang saya. Dan jika melihat posisi kami di klasemen, balapan nanti akan emosional. Kami hanya mengincar kemenangan. Mungkin rival utama kami (Marquez) mendapat tekanan lebih di Valencia dibandingkan kami, karena dia dekat dengan gelar juara,” lanjut pembalap asal Spanyol berusia 26 tahun itu.

Meskipun Marquez hanya perlu finis di urutan 4 untuk merengkuh titel juara, Lorenzo enggan memikirkan hal itu. Baginya, yang terpenting adalah menarik gas sedalam mungkin untuk finis terdepan. Baru setelahnya berharap akan keberuntungan yang mengantarkan dirinya mempertahankan gelar juara.

“Saya tak sabar untuk berkendara di sana dan menekan dengan kecepatan yang saya miliki. Jika bisa terus membalap pada level ini, kami bisa bertarung untuk menang dan kemudian menunggu situasinya. Anda tak pernah tahu apa yang dapat terjadi, khususnya jika cuaca tak menentu seperti tahun lalu. Kami tak akan menyerah hingga akhir!” tutupnya.

Jika mampu menjadi juara MotoGP musim ini, Lorenzo merengkuh titel untuk ketiga kalinya, setelah pernah merasakannya pada 2010 dan 2012. Sementara itu, bagi Marquez, titel juara musim ini akan membuat dirinya sejajar dengan Kenny Roberts, sebagai pembalap debutan yang langsung menjadi juara pada kelas primer Grand Prix. (one)


View the original article here

15 Musim MotoGP yang Ditentukan pada Balapan Penutup

VIVAnews – Gelaran MotoGP 2013 harus ditentukan pada seri terakhir di Valencia, 8-10 November 2013, di mana Jorge Lorenzo dari Yamaha dan rookie Honda Marc Marquez akan berduel memperebutkan titel juara. Namun, ini bukan pertama kalinya tercipta situasi seperti itu, karena sebelumnya sudah ada 15 musim yang dihadapkan pada momen serupa.

Berikut 15 musim (sebelum 2013) MotoGP/kelas primer Grand Prix di mana perebutan gelar titel juara dunia harus ditentukan pada balapan penutup, seperti dilansir situs resmi MotoGP:

1950 – Menjalani balapan terakhir di sirkuit Monza, Umberto Masetti --menggunakan motor Gilera empat silinder-- dalam keadaan unggul dari Geoff Duke --menggunakan motor Norton silinder tunggal. Duke memenangi balapan, namun tetap tak mampu menghalangi Masetti, yang finis kedua, menjadi juara dunia. Masetti unggul satu poin dari Duke.

1952 – Kembali, Umberto Masetti harus menjalani balapan terakhir untuk mentasbihkan diri menjadi juara, meskipun unggul poin dari Les Graham (Agusta) dan Reg Armstrong (Norton) di klasemen. Pada balapan pamungkas, di sirkuit Montjuic, Barcelona, Graham memenangi balapan. Namun, Masetti yang finis kedua tetap berhak menjadi juara dunia.

1957 – Libero Liberati (Gilera) memenangi balapan terakhir di Monza, sekaligus menjadi juara dunia mengalahkan Bob McIntyre (Gilera). Pada dua balapan sebelumnya di Belgia, Liberati finis terdepan namun kemudian didiskualfikasi karena mengganti mesin secara diam-diam. Namun, setelah musim berakhir, diskualifikasi di Belgia dinyatakan batal, sehingga sebenarnya dia telah menjadi juara sebelum melakoni balapan terakhir.

1966 – Salah satu persaingan tersengit sepanjang masa adalah antara Mike Hailwood (Honda) dan Giacomo Agostini (MV Agusta), yang tersaji pada balapan terakhir di Monza. Keduanya saling bertarung pada awal balapan, namun Hailwood kemudian gagal melanjutkan balapan dan membuat Agostini meraih gelar juara pertamanya di kelas 500cc.

1967 – Mengulangi tahun sebelumnya, Hailwood dan Agostini terlibat pertarungan perebutan gelar juara pada balapan terakhir di Kanada. Hailwood memenangi balapan tersebut dan membuat perolehan poin keduanya menjadi sama. Namun, Agostini lah yang berhak menjadi juara dunia karena tiga kali naik podium kedua, sedangkan Hailwood hanya dua kali.

1975 – Giacomo Agostini --kali ini mengendarai Yamaha-- sekali lagi terlibat pertarungan pada balapan terakhir, kali ini dengan Phil Read asal Inggris yang kini menjadi pembalap utama Agusta. Read memenangi balapan terakhir di Brno, namun Agostini mampu finis kedua, sehingga gelar juara dunia tetap aman baginya. Agostini juga menjadi pembalap pertama di kelas primer yang menjadi juara dengan motor dua tak dan empat tak.

1978 – Kenny Roberts (Yamaha) unggul delapan poin dari Barry Sheene (Suzuki) jelang balapan pamungkas di sirkuit Nurburgring. Roberts finis ketiga di depan Sheene, dan menjadi pembalap Amerika Serikat pertama yang menjuarai Grand Prix kelas primer. Roberts juga menjadi pembalap debutan kelas primer pertama yang langsung menjadi juara.

1979 – Kenny Roberts lagi-lagi harus menjalani pertarungan sengit dengan rider Suzuki pada balapan penutup di sirkuit Le Mans. Kali ini yang menjadi lawannya adalah Virginio Ferrari. Pada awal balapan, Ferrari mampu unggul, namun kemudian dia terjatuh dan membuat Roberts meraih dua gelar juara dunia secara berturut-turut.

1980 – Untuk ketiga kalinya Suzuki ditantang Kenny Roberts dalam perebutan gelar juara dunia, kali ini lewat pembalap asal Amerika Serikat, Randy Mamola, di sirkuit Nurburgring lama. Mamola unggul pada awal balapan, namun Roberts tetap difavoritkan menjadi juara, karena hanya perlu finis di urutan delapan besar. Roberts finis keempat dan meraih gelar juara dunia ketiganya secara beruntun.

1981 – Randy Mamola kembali terlibat pertarungan pada balapan terakhir, kali ini dengan Marco Lucchinelli, di sirkuit Aderstorp Swedia. Lucchinelli dalam posisi memimpin klasemen dan hanya perlu finis lima besar untuk menjadi juara, jika Mamola memenangi balapan. Dalam kondisi lintasan basah, Mamola terjatuh dan Lucchinelli finis kesembilan dan menjadi juara dunia.

1983 – Freddie Spencer (Honda) unggul lima poin dari Kenny Roberts (Yamaha) saat mereka bertarung pada balapan terakhir di sirkuit Imola, Italia. Roberts bahkan meminta "bantuan" rekannya Eddie Lawson agar finis di depan Spencer. Namun, Spencer akhirnya finis di urutan kedua dan menjadi juara. Dia juga menjadi pembalap Honda pertama yang menjuarai kelas 500cc.

1989 – Lagi, dua pembalap asal Amerika Serikat bertarung di balapan pamungkas untuk memperebutkan gelar juara, kali ini Eddie Lawson (Honda) dan Wayne Rainey (Yamaha). Pada balapan terakhir yang dihelat di sirkuit Goiania Brasil, Lawson finis kedua, setelah bertarung hebat dengan Rainey dan Kevin Schwantz, yang memenangi balapan. Lawson pun akhirnya menjadi juara dunia untuk keempat kalinya.

1992 – Mick Doohan (Honda) tampil dominan pada awal musim, sebelum mengalami cedera pada seri kedelapan di Assen, di mana saat itu dia unggul 65 poin dari Wayne Rainey (Yamaha). Absen pada tiga seri, Doohan --dalam kondisi belum fit-- kemudian berjuang pada dua balapan sisa. Namun, podium tiga yang diraih Rainey pada balapan terakhir di Kyalami, Afrika Selatan membuatnya menjadi juara dunia, unggul empat poin dari Doohan.

1993 – Gelar juara jatuh ke tangan Kevin Schwantz (Suzuki) pada balapan terakhir di Jarama Spanyol. Namun, pada kenyataannya Schwantz sudah menjadi juara pada dua balapan sebelumnya di Italia, karena saat itu Wayne Rainey (Yamaha) crash, yang juga menyudahi karier membalapnya. Schwantz unggul 34 poin dari Rainey di klasemen akhir.

2006 – Valentino Rossi (Yamaha) menjalani balapan terakhir dengan keunggulan delapan poin dari Nicky Hayden (Honda). Namun, Rossi kemudian terjatuh pada lap 5. Sempat melanjutkan balapan, posisi terbaik yang bisa diraihnya adalah urutan ke-13, sementara Hayden mampu menempati podium ketiga. Hayden pun akhirnya unggul 5 poin atas Rossi di klasemen, dan menjadikannya sebagai pembalap terakhir yang menjadi juara di era 990cc.


View the original article here