Minggu, 10 November 2013

Tips agar Rolls-Royce terus awet meski jarang dipakai

General Manager Rolls-Royce Motor Cars Jakarta, Enderi Andreanto (kiri), serta General Manager Asia Pasific Rolls-Royce Motor Cars, Dan Balmer, berpose dengan varian baru Rolls Royce Wraith (ANTARA News/Deny Yuliansari)

Jakarta (ANTARA News) - After Sales Manager Rolls-Royce Motor Cars Jakarta, I Made Sujana, menyebutkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar mobil Rolls Royce tetap dalam kondisi prima meski jarang dipakai.

"Untuk mesin sebaiknya selalu hidup. Agar oli mesin bersirkulasi," katanya, saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat.
Menghidupkan mesin sekali-sekali, katanya, juga untuk menjaga kelangsungan baterai alias aki (accumulator); dengan mesin hidup, sirkulasi pengisian arus listrik juga terjaga. Selain itu, yang paling penting menurutnya ada penggunaan trigger battery untuk menyuplai listrik pada baterai. Dengan begitu, baterai tidak akan rusak.

"Karena kalau dinyalakan saja tidak akan pengaruh banyak," katanya.

Penggunaan trigger tersebut, katanya tidak terlalu sulit. Hanya perlu dihubungkan ke sumber listrik.

"Bisa ditinggal. Kalau sudah penuh dia akan otomatis putus, kalau berkurang dia akan isi lagi," katanya.

Selain itu, perawatan berkala juga perlu dilakukan. Sujana menyebut, perhitungan mobil masuk bengkel tidak berdasar pada jarak tempuh atau waktu karena ada teknologi sendiri yang menghitung soal kondisi mesin mobil.

"Dia akan ada pemberitahuan kapan mobil harus diservis," katanya.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2013


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar